
Diskopukmnaker Balangan Gelar Pelatihan Tata Rias untuk Tingkatkan Keterampilan Wirausaha
Balangan – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskopukmnaker) Kabupaten Balangan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) melaksanakan pelatihan Tata Rias Pengantin/Wajah sebagai upaya meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung selama 18 hari kerja tersebut diikuti oleh 16 peserta dari berbagai kalangan. Program ini dirancang untuk memberikan pembekalan keterampilan praktis di bidang tata rias yang dapat diaplikasikan sebagai modal usaha mandiri.
Materi pelatihan mencakup penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam usaha kecantikan, teknik komunikasi dengan calon pelanggan, dasar analisis bentuk wajah, pemilihan kosmetik sesuai jenis kulit, hingga praktik berbagai teknik rias seperti rias natural, rias untuk kondisi tertentu, serta rias wajah lansia.
Instruktur Tata Rias Kecantikan, Yulia Linda Pratiwi, S.Pd., mengatakan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada hasil akhir riasan, tetapi juga pada aspek kebersihan alat serta etika profesi seorang penata rias.
“Fokus utama kami bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada higienitas alat dan etika profesi seorang penata rias,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total 16 peserta, tingkat pemahaman materi yang diserap peserta mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Sebagian besar peserta dinilai telah mampu menguasai teknik dasar tata rias secara mandiri.
“Hampir seluruh peserta kini telah mampu melakukan teknik dasar riasan secara mandiri. Namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti teknik blending yang halus, pemasangan bulu mata yang presisi, serta pembentukan alis dan eyeliner yang masih membutuhkan jam terbang lebih,” jelasnya.
Menurut Linda, hal tersebut merupakan proses yang wajar dalam dunia tata rias karena merupakan kombinasi antara keterampilan teknis dan seni yang membutuhkan latihan berkelanjutan.
Ia juga mengaku bangga dapat menjadi instruktur untuk pertama kalinya dalam kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, proses mengajar memberikan pengalaman berharga dalam memahami karakter dan kemampuan peserta yang beragam.
“Menjadi instruktur untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang luar biasa, menantang sekaligus membanggakan. Saya belajar bahwa mengajar bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga tentang kesabaran dalam menghadapi karakter dan tingkat pemahaman yang berbeda-beda,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Diskopukmnaker Balangan berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi peluang usaha mandiri di bidang jasa tata rias. Dengan demikian, diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian keluarga serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Balangan.

