
ALUMNI PMII ADAKAH SEMINAR, BAHAS MASA DEPAN NU
Banjarmasin –
Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Selatan Sabtu, 24 Januari 2026, akan menyelenggarakan seminar terbatas, terkait dengan perjalanan NU Satu Abad. Seminar ini akan menghadirkan 3 nara sumber, masing-masing HM Syarbani Haira, mantan aktivis PMII Cabang Yogyakarta, H. Samsul Rani, mantan Ketua Umum Koorcab PMII Kalimantan Selatan, dan Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si, Direktur Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik Kalimantan Selatan.
Ketua Umum IKA PMII Kalimantan Selatan Dr. H. Hatmansyah, M.EP, kepada wartawan Jumat pagi (23/01/2026) menjelaskan, seminar ini selain untuk memeriahkan akan diselenggarakannya pelantikan pengurus IKA PMII Kalimantan Selatan bulan Februari mendatang, juga sekaligus untuk menyemarakkan gebyar NU Satu Abad, yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2026 besok.
NU sendiri resmi berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 mesihi, bertepatan dengan 16 Rajab 1344 hijriah, di Surabaya, Jawa Timur (19 tahun sebelum deklarasi Indonesia Merdeka tahun 1945). Hingga saat ini NU merupakan organisasi Islam terbesar di Nusantara, bahkan di dunia, dengan jumlah anggota yang tidak kurang dari 125 juta orang. Pengurusnya terbentang dari Sabang hingga Meraoke (ujung Barat hingga ke Timur), dan dari Miangas hingga Pulau Rote (ujung utara ke Selatan). NU bahkan punya kepengurusan di luar negeri tidak kurang dari 49 negara (PCI NU).
Dari seminar ini kita harapkan peserta mampu memberikan semacam peta jalan (road map) Gerakan NU Abad ke-dua ini. Jika dulu lebih pada penguatan dan penyiaran ideologi Islam ahlussunnah wal-jamaah, maka di era NU Abad ke-dua ini, akan mensinkronkan dengan dinamika zaman dan kemajuan saint dan teknologi. Keluarga besar NU di Abad ke-dua ini sudah harus familier dengan dinamika globalisasi, ungkap mantan Komisaris Utama Bank Kalsel ini.
Ketua Panitia Pelaksana Seminar Khairul Umum, M.Pd, menambahkan, seminar ini pesertanya terbatas sekali, yakni orang-orang yang diharapkan bisa memberikan masukan pada NU, abad ke-dua.
Mantan Ketua BEM ULM Banjarmasin ini secara khusus meminta maaf, karena tidak semua alumni bisa diundang. “Insya Allah saat pelantikan, semua alumni diminta untuk berhadir” ungkap mantan Ketua PKC PMII Kalsel asal Kalimantan Tengah ini.
Sementara Ketua Pengarah Seminar, Samsul Rani, menambahkan jika seminar ini sebagai sumbangsih buat PWNU Kalsel yang dikomandoi Rais Syuriah PWNU Kalsel, KH. Muhammad Wildan Salman.
Hasil seminar nantinya akan kami serahkan ke beliau, ungkap Samsul. Ini agar peta Gerakan NU abad kedua nanti sudah tak lagi hanya mengawang-awang saja, melainkan bekerja nyata untuk ummat, tegas aktivis PMII yang kini sedang mendapat Amanah sebagai Dewan Pengawas Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ini.

