
TKKT Tanah laut Tak punya substansi, Abaikan aturan tanpa visi misi yang jelas lahirkan pemimpin yang dinilai melemahkan arah gerak pemuda.
STORYBANUA.COM, PELAIHARI – Temu Karya Karang Taruna (TKKT) Tanah Laut yang digelar di Aula Dinas Sosial Tanah Laut, Senin (16/02/2026), menuai sorotan serius. Forum pemilihan Ketua Karang Taruna periode 2026–2031 itu dinilai berjalan cepat dan minim pertarungan ide.
Sesi pemaparan visi dan misi menjadi titik paling disorot. Dari kandidat yang maju, hanya satu yang menyampaikan gagasan secara terstruktur. Kandidat lainnya tidak memaparkan arah dan program kerja secara komprehensif di hadapan forum.
Dalam perkenalannya, salah satu kandidat menyampaikan, “Nama saya Haidir, saya lahir di Tanjung Bajuin tahun 1988. Eee… visi misinya mungkin kurang lebih aja sama kawan-kawan yang lain.” Pernyataan itu memunculkan tanda tanya terkait keseriusan perumusan arah organisasi lima tahun ke depan. Video tersebut beredai ramai di grup sosial media.
Ironisnya, kandidat yang tidak memaparkan visi dan misi secara jelas justru terpilih sebagai ketua dan dinilai sebagian anggota penuh sebagai kecacatan demokrasi yang mengakibatkan menurunnya kualitas karang taruna dikabupaten tanah laut seperti yang sebelum sebelumnya sudah terjadi.
disisi lain dalam sesi wawancara kepada pemuda kecamatan Muhammad Reza” menilai dinamika tersebut menjadi alarm bagi kualitas kaderisasi yang krisis arah dan regulasi kedepannya sebagai sosok penyambung lidah pemerintah terhadap masyarakat khusus nya para pemuda di kecamatan hingga desa. tegas Anggota Bidang Organisasi dan Kaderisasi Karang Taruna Pelaihari tersebut.
Reza menambahkan: “TKKT seharusnya menjadi ruang adu gagasan dan uji kapasitas. Jika visi misis tidak menjadi pertimbangan utama, maka kepemimpinan yang lahir berpotensi kehilangan arah” tegasnya.
Menurutnya Karang Taruna adalah wadah pembentukan pemimpin masa depan. Ketika substansi dikesampingkan, maka marwah kepemudaan ikut dipertaruhkan,” pungkasnya.
dalam beberapa grup yang beredar dilingkungan masyarakat bahwa calon tersebut tak ada sampaikan visi misi seolah acuh dan beberapa tim dinilai mendesak forum hingga tabrak regulasi draft persidangan, hingga saat ini masih banyak pertanyaan ada hal yang tidak beres dalam pemilihan ketua karang taruna tersebut, padahal di forum itu juga dihadiri kepala dinas sosial, dan beberapa dinas terkait lainnya.

