
Mahasiswa UNU Kalsel Tagih Janji Beasiswa dan Soroti Kondisi Asrama di Hadapan Bupati HSU
STORYBANUA.COM, BANJARMASIN – Suara kritis mahasiswa mewarnai acara silaturahmi dan pelantikan pengurus Keluarga Mahasiswa (KM) HSU Banjarmasin periode 2025/2026, Senin (17/2). Ajidinnor, mahasiswa semester 8 Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNU) asal Amuntai, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka di hadapan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H. Syahrujani, serta jajaran legislatif yang hadir.

Mengatasnamakan dirinya sebagai aktivis IPNU dan demisioner KM HSU Banjarmasin, Ajidinnor tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menyuarakan sejumlah catatan kritis yang menjadi harapan besar mahasiswa perantauan.
Dalam orasinya, Ajidinnor menyoroti tiga poin utama yang dinilai mendesak untuk mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pertama, ia menagih kepastian realisasi program beasiswa daerah. Menurutnya, janji mengenai beasiswa bagi putra-putri HSU, baik yang berbasis prestasi maupun kebutuhan, kerap menggantung tanpa kejelasan skema dan waktu pencairan.
Kedua, ia menyoroti kondisi memprihatinkan Fasilitas Asrama HSU milik pemerintah daerah yang berlokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru. Sebagai tempat tinggal mahasiswa perantau, kondisi fisik bangunan dinilai sudah sangat memerlukan rehabilitasi agar layak huni dan mendukung aktivitas belajar.
“Kami mahasiswa HSU yang merantau ini butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Kondisi asrama yang memprihatinkan dan ketidakjelasan beasiswa adalah rapor merah yang harus segera diperbaiki oleh Bapak Bupati dan jajaran legislatif,” tegas Ajidinnor.
Lebih lanjut, mahasiswa tingkat akhir ini menekankan bahwa investasi paling berharga bagi masa depan daerah adalah pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, jaminan biaya pendidikan melalui beasiswa dan penyediaan tempat tinggal layak di tanah perantauan merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap generasi mudanya.
Menanggapi kritik tersebut, Bupati HSU H. Syahrujani menyambut baik masukan dari para mahasiswa. Ia mengapresiasi keberanian Ajidinnor dalam menyampaikan aspirasi dan berjanji akan meninjau ulang skala prioritas anggaran.
Pihaknya berkomitmen untuk mengkaji ulang anggaran guna memastikan program perbaikan fasilitas asrama dan realisasi beasiswa daerah dapat berjalan tepat sasaran, terutama bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan mahasiswa, guna memastikan generasi muda Hulu Sungai Utara mampu bersaing dan berkontribusi, baik di kancah provinsi maupun nasional.

