
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bupati Balangan, Masyarakat Diminta Tidak Percaya
STORYBANUA.COM, BALANGAN – Masyarakat Kabupaten Balangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Bupati Balangan, H. Abdul Hadi. Imbauan tersebut menyusul ditemukannya nomor WhatsApp +62 813-7514-985 yang menggunakan nama dan foto Bupati Balangan, yang dipastikan bukan merupakan nomor resmi milik bupati.
Nomor tersebut diduga digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menghubungi masyarakat dengan berbagai modus, termasuk meminta uang, data pribadi, kode OTP, hingga melakukan transfer dana. Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan bahwa nomor tersebut tidak pernah digunakan oleh Bupati Balangan dalam menjalankan tugas atau berkomunikasi dengan masyarakat.
“Kami imbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menanggapi permintaan apa pun dari nomor tersebut. Jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan, segera blokir dan laporkan kepada pihak berwenang,” demikian bunyi imbauan resmi Pemkab Balangan.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memastikan setiap informasi maupun komunikasi yang berkaitan dengan Pemerintah Kabupaten Balangan diperoleh melalui kanal informasi resmi Pemkab Balangan. Saat ini, aksi penipuan digital dengan modus mengatasnamakan pejabat publik semakin marak terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan foto dan nama tokoh masyarakat untuk meyakinkan korban.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta tidak memberikan data pribadi, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang belum dapat dipastikan identitas dan kebenarannya. Jika ragu, masyarakat dapat menghubungi langsung instansi terkait melalui saluran resmi yang telah tersedia.
Pemerintah Kabupaten Balangan memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan ini. Perlindungan masyarakat dari kejahatan digital menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kehati-hatian adalah kunci utama menghadapi modus penipuan ini. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena ketidaktahuan,” tambah imbauan tersebut. Masyarakat yang telah menerima komunikasi mencurigakan dari nomor tersebut didorong untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat guna proses penanganan lebih lanjut.

