
Layanan Air Sering Macet, Komisi III DPRD Balangan Sidak Instalasi PT AMS
STORYBANUA.COM, BALANGAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Gunung Pandau milik PT Air Minum Sanggam (AMS), Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil guna merespons langsung maraknya keluhan masyarakat terkait gangguan pelayanan air bersih dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari, menegaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk mengawasi secara langsung proses pengolahan air sekaligus memastikan kelancaran distribusinya kepada pelanggan.
“Kami melakukan sidak ke PT AMS Balangan karena akhir-akhir ini banyak laporan warga yang masuk terkait pelayanan air bersih,” ujar Hafis di Paringin, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut, pihak dewan meminta kejelasan mengenai langkah konkret dan solusi jangka panjang dari manajemen PT AMS untuk mengatasi jalur distribusi air yang kerap macet. Komisi III juga mendorong perusahaan agar segera menyiapkan sarana pendukung yang memadai, khususnya alat mitigasi gangguan kelistrikan yang kerap menghentikan proses produksi air.
Selain masalah teknis operasional, Hafis juga menyoroti progres pemanfaatan dana penyertaan modal dari pemerintah daerah sebesar Rp20 miliar. Berdasarkan keterangan pihak direksi PT AMS, anggaran tersebut kini mulai direalisasikan untuk pengadaan logistik dan stok barang di gudang.
“Kami tidak menanyakan secara rinci pengadaan barang apa saja yang dilakukan, namun yang jelas anggaran tersebut sudah mulai berjalan dan digunakan,” pungkas Hafis.
Kedatangan rombongan Komisi III DPRD Balangan ini disambut langsung oleh Direktur Bisnis, Kepala Bagian Teknik, serta jajaran manajemen PT AMS Balangan untuk memberikan penjelasan teknis di lapangan.
Poin Perubahan Jurnalistik:
-
Judul: Dibuat lebih menarik dan langsung menggambarkan inti masalah (fokus pada penyebab sidak).
-
Teras Berita (Lead): Menggunakan unsur Who, What, Where, When, dan Why yang padat di paragraf pertama agar pembaca langsung paham pokok berita.
-
Alur: Menggunakan metode piramida terbalik (informasi paling penting diletakkan di atas, diikuti informasi pendukung di bawahnya).
-
Diksi: Mengubah kalimat yang berulang menjadi lebih variatif dan mengalir (misal: mengganti kata “menyinggung” menjadi “menyoroti”).

