
FKIP Universitas Sapta Mandiri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Disdikbud Balangan
STORYBANUA.COM, BALANGAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sapta Mandiri resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) sebagai langkah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan.
Dekan FKIP PGSD Universitas Sapta Mandiri, Difa Maulidya, M.Pd., menyampaikan bahwa inisiasi kerja sama ini didorong oleh kebutuhan menghadirkan sekolah-sekolah di Kabupaten Balangan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa.
Menurutnya, keberagaman kondisi sekolah dasar di wilayah Balangan menjadi ruang pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas calon guru secara langsung melalui pengalaman lapangan.
“MoA ini secara langsung mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM, terutama pada bentuk kegiatan asistensi mengajar dan magang kependidikan. Kami juga mengarahkan kolaborasi ini untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama universitas, di mana mahasiswa dan dosen mendapatkan pengalaman nyata di luar kampus agar hasil kerja akademik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Difa Maulidya.
Ia menjelaskan bahwa melalui kerja sama tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat praktik mahasiswa, tetapi juga menjadi mitra pengembangan pendidikan berbasis riset dan inovasi.
Dalam Implementation Arrangement yang akan segera dijalankan, sejumlah program telah disiapkan secara komprehensif. Program tersebut meliputi asistensi mengajar di sekolah dasar, magang pada aspek manajemen sekolah, hingga penelitian kolaboratif antara dosen dan guru.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pelatihan inovasi pembelajaran bagi tenaga pendidik serta kegiatan praktik lapangan yang terintegrasi dengan program MBKM.
Melalui keterlibatan langsung di sekolah, mahasiswa PGSD diharapkan mampu menguasai kompetensi pedagogik yang kontekstual, memahami pengelolaan pembelajaran yang adaptif, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi di lingkungan pendidikan.
Tidak hanya itu, para dosen juga akan terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui riset terapan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan dasar di Kabupaten Balangan.
Difa Maulidya berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini dapat meningkatkan kualitas lulusan yang siap bersaing di dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik institusi pendidikan tinggi maupun pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Balangan.

