
Penguatan Nasionalisme, Mitra Deradikalisasi Kalsel Ikuti Upacara HUT RI ke-81
STORYBANUA.COM, KALIMANTAN SELATAN — Upaya memperkuat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus digalakkan di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam momentum bersejarah Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, para mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (eks napiter) turut hadir dan mengikuti rangkaian upacara bendera secara khidmat.
Inisiatif ini digagas oleh Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalsel di bawah komando Panit 3 IPDA Mursid Chori Indra, dengan menjalin kolaborasi erat bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Keterlibatan aktif mitra deradikalisasi dalam agenda negara tersebut menjadi bukti konkret sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam mendukung keberhasilan program deradikalisasi serta pemulihan hubungan sosial.
Keikutsertaan dalam upacara peringatan HUT RI tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Bagi para mitra deradikalisasi, momentum ini menjadi sarana penting untuk meneguhkan kembali komitmen Ikrar NKRI. Kehadiran mereka mencerminkan kesadaran penuh, perubahan perilaku yang positif, serta pembuktian atas loyalitas terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 setelah meninggalkan paham kekerasan.
Selain fungsi pembinaan, kegiatan ini berperan strategis sebagai wadah pembauran sosial (social reintegration). Melalui interaksi yang konstruktif dan inklusif selama perayaan kemerdekaan, prasangka buruk serta stigma negatif di masyarakat diharapkan dapat terkikis, menggantikannya dengan rasa saling percaya dan kebersamaan tanpa diskriminasi.
Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini, diharapkan rasa nasionalisme para mitra deradikalisasi terus mengakar kuat. Langkah ini sekaligus mengirimkan pesan optimistis kepada publik bahwa proses deradikalisasi mampu merangkul mantan pelaku untuk kembali menjadi warga negara yang produktif. Sinergi yang kokoh antara aparat, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama untuk memelihara stabilitas keamanan, merawat toleransi, serta menutup ruang gerak bagi berkembangnya paham radikalisme di Kalimantan Selatan.

