Tenaga Elektromedis RSUD Balangan Raih Juara III Tenaga Kesehatan Teladan Kalsel Lewat Inovasi SIMALKES

Tenaga Elektromedis RSUD Balangan Raih Juara III Tenaga Kesehatan Teladan Kalsel Lewat Inovasi SIMALKES

STORYBANUA.COM, BALANGAN – Prestasi membanggakan kembali diraih tenaga kesehatan RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Muhammad Reza Pahlavi, tenaga elektromedis rumah sakit tersebut, berhasil meraih Juara III dalam Penganugerahan Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan di Rumah Sakit Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diraih Reza berkat inovasi SIMALKES (Sistem Informasi Maintenance Alat Kesehatan) yang dikembangkannya. Inovasi ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pemeliharaan alat kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Reza menjelaskan, SIMALKES dirancang untuk mengubah proses pemeliharaan alat kesehatan dari manual menjadi lebih digital, terstruktur, dan mudah dipantau. Melalui sistem ini, setiap alat kesehatan diberikan QR Code yang dapat dipindai teknisi untuk mengakses data, melakukan checklist pemeliharaan, mencatat hasil pemeriksaan, hingga melihat riwayat pemeliharaan secara digital.

“SIMALKES ini membantu proses pemeliharaan alat kesehatan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi lebih digital dan terstruktur,” ujar Reza, Kamis (27/8/2026).

Ide pengembangan SIMALKES berawal dari pengalaman sehari-hari saat melakukan pemeliharaan alat kesehatan. Pencatatan manual menggunakan kertas dinilai memakan waktu dan berisiko dokumen rusak atau hilang. Hal itu mendorong Reza memanfaatkan teknologi sederhana seperti QR Code untuk mempermudah pekerjaan.

Reza menegaskan, inovasi tersebut bukan semata-mata untuk perlombaan, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi bersama rekan-rekan teknisi dalam menjalankan tugas pemeliharaan alat kesehatan.

Atas capaian Juara III tingkat provinsi, Reza mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas dukungan drg. H. Sudirman dalam pengembangan SIMALKES. Ke depan, ia berharap sistem ini dapat terus dikembangkan dengan fitur notifikasi jadwal pemeliharaan, laporan otomatis, hingga integrasi dengan sistem informasi rumah sakit.

“Harapan saya, SIMALKES bisa terus dikembangkan, misalnya dengan penambahan fitur notifikasi jadwal pemeliharaan, riwayat kerusakan, laporan otomatis, bahkan ke depannya bisa terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit,” ujarnya.

Reza mengajak tenaga kesehatan lainnya untuk tidak takut berinovasi. Menurutnya, inovasi tidak selalu membutuhkan biaya besar atau teknologi rumit, cukup bermula dari permasalahan sederhana di pekerjaan sehari-hari.

“Inovasi itu tidak harus selalu mahal atau rumit. Kadang inovasi bisa muncul dari masalah sederhana yang kita temui setiap hari. Dari hal kecil itu, siapa tahu bisa lahir sebuah inovasi yang memberikan manfaat lebih besar bagi pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This