BPBD Balangan Perkuat Sistem Operasi TRC untuk Percepat Respons Kebencanaan

BPBD Balangan Perkuat Sistem Operasi TRC untuk Percepat Respons Kebencanaan

STORYBANUA.COM, BALANGAN – Bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, kecepatan menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana. Keterlambatan beberapa menit saja dapat berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan.

Untuk itu, BPBD Kabupaten Balangan terus melakukan pembenahan sistem kerja internal, salah satunya melalui Rapat Penyampaian Kebijakan Sistem Operasi Tim Reaksi Cepat yang digelar di ruang rapat BPBD Balangan, Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, dan diikuti seluruh personel TRC induk serta jajaran Bidang Kedaruratan dan Logistik.

Dalam arahannya, Rahmi menegaskan bahwa TRC merupakan garda terdepan dalam penanganan kebencanaan di daerah. Oleh karena itu, kecepatan respons harus diimbangi dengan sistem operasi yang tertata, jelas, dan terukur.

“Respons cepat harus didukung prosedur yang rapi dan aman bagi personel,” ujarnya.

Melalui rapat tersebut, BPBD Balangan mempertegas sejumlah aturan teknis operasional di lapangan, mulai dari jadwal piket, sistem pergantian regu, penggunaan kendaraan operasional, hingga kewajiban apel kesiapsiagaan setiap pagi.

Selain penguatan aspek teknis, keselamatan personel juga menjadi perhatian utama. Seluruh anggota TRC diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat bertugas, termasuk helm, sepatu boots, rompi keselamatan, hingga life jacket untuk operasi di wilayah perairan.

Kebijakan ini diterapkan agar setiap personel memiliki pemahaman yang jelas terhadap alur kerja, mulai dari penerimaan laporan bencana hingga proses penanganan di lapangan selesai dilaksanakan.

Dengan pembagian tugas yang lebih terstruktur, diharapkan kinerja tim dapat berjalan lebih fokus, cepat, dan efektif dalam situasi darurat.

BPBD Balangan menegaskan bahwa penguatan sistem operasi ini bukan hanya sekadar pembenahan internal, melainkan bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas layanan kebencanaan di daerah.

Target yang ingin dicapai adalah mempercepat waktu respons, memperkuat koordinasi antarbidang, serta memastikan penanganan bencana berlangsung lebih aman dan sigap sepanjang tahun 2026.

Di balik seluruh kebijakan tersebut, BPBD Balangan tetap menempatkan satu tujuan utama sebagai prioritas, yakni memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan secepat mungkin ketika situasi darurat terjadi.

CATEGORIES
TAGS
Share This