
KMKB Gelar Webinar Kedaerahan, Dorong Peran Pemuda dalam Pelestarian Budaya Daerah
Sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Anniversary KMKB Ke-25, Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) melaksanakan Webinar Kedaerahan yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Pelestarian Budaya Daerah” pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda edukatif dalam peringatan hari jadi KMKB yang tidak hanya berfokus pada mempererat solidaritas antaranggota, tetapi juga menghadirkan ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Webinar Kedaerahan KMKB 2026 menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian budaya daerah. Materi pertama bertajuk “Urgensi Pelestarian Budaya Daerah” disampaikan oleh Dr. Taufik Arbain, M.Si, selaku Ketua Dewan Kesenian Kalimantan Selatan Periode 2023–2028. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa budaya daerah merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan oleh generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi seharusnya tidak menjadi ancaman bagi budaya lokal, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Ia juga menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan seni, tradisi, maupun pengenalan budaya melalui media digital.
Sementara itu, materi kedua bertajuk “Peran Pemuda dalam Pelestarian Budaya” disampaikan oleh Annisa Fakhriah, S.Pd, selaku Diang Barito Kuala 2025. Kehadiran Atak dan Diang Barito Kuala dalam webinar tersebut menjadi bentuk kolaborasi positif antara KMKB dengan generasi muda daerah dalam mengampanyekan pentingnya pelestarian budaya lokal.
Dalam penyampaiannya, Annisa Fakhriah mengajak generasi muda untuk tidak merasa malu terhadap budaya daerah sendiri serta mulai aktif mengenalkan budaya lokal melalui media sosial, kegiatan komunitas, dan lingkungan pendidikan. Ia menilai bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus budaya yang mampu menjembatani nilai-nilai tradisional dengan perkembangan zaman modern.
Kolaborasi KMKB bersama Atak dan Diang Barito Kuala melalui kegiatan webinar ini juga menjadi simbol sinergi antar elemen pemuda daerah dalam menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta diajak memahami bahwa budaya daerah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama webinar berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait tantangan pelestarian budaya di era digital, pengaruh budaya luar terhadap generasi muda, hingga langkah konkret yang dapat dilakukan mahasiswa dalam menjaga budaya daerah. Diskusi tersebut menghadirkan suasana aktif dan edukatif yang memperlihatkan tingginya kepedulian peserta terhadap isu pelestarian budaya.
Ketua Pelaksana Webinar Kedaerahan KMKB 2026, Nur Hadi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan generasi muda mengenai pentingnya menjaga budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Ia berharap webinar tersebut mampu menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal serta mendorong lahirnya pemuda yang aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Di sesi yang berbeda, Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala, Muhamad Ilmi Mubarak, menyampaikan bahwa webinar tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi organisasi, tetapi juga merupakan bentuk komitmen nyata KMKB dalam memfasilitasi generasi muda daerah untuk mengenal dan memahami akar identitas daerahnya melalui kebudayaan.
Melalui Webinar Kedaerahan KMKB 2026 ini, KMKB berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan wawasan generasi muda sekaligus ruang kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah Kabupaten Barito Kuala agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

