
Lantunan Sholawat Warnai Penutup Hari Jadi Balangan ke-23, Bupati: Pembangunan Butuh Nilai Religius
STORYBANUA.COM, BALANGAN – Malam di Komplek Tugu Maritam, Paringin Selatan, Senin (27/4/2026), terasa berbeda. Bukan gemerlap panggung hiburan yang mendominasi, melainkan lantunan sholawat yang menggema, menyatu dengan suara ribuan jamaah yang hadir memadati lokasi.
Balangan Bersholawat menjadi penutup rangkaian perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan. Sejak awal acara, masyarakat dari berbagai penjuru tampak antusias memenuhi area komplek perkantoran tersebut, menciptakan suasana yang hangat sekaligus khidmat. Di tengah lautan jamaah, hadir para ulama dan habaib yang membawa nuansa spiritual begitu kuat, di antaranya Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf, Pimpinan Majelis Sholawat Az-Zahir, serta KH. Muhammad Zhofaruddin dari Samarinda yang akrab disapa Guru Udin.
Setiap lantunan sholawat yang dikumandangkan oleh Habib Ali terasa menyatukan. Tidak ada sekat dan tidak ada perbedaan; semua hadir dalam satu tujuan: memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Suasana semakin khusyuk ketika ribuan jamaah larut dalam pujian, menciptakan momen spiritual yang mendalam bagi seluruh yang hadir.
Bupati: Pembangunan Fisik Harus Diimbangi Karakter Religius
Dalam sambutannya, Bupati Balangan, Abdul Hadi, menegaskan bahwa tradisi bersholawat merupakan kekuatan spiritual masyarakat yang harus terus dijaga. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan moralitas masyarakat.
“Pembangunan harus diimbangi dengan nilai religius dan akhlak,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, pemerintah daerah kembali melanjutkan program beasiswa santri, baik ke dalam negeri maupun ke Timur Tengah. Program ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Tausiah dan Santunan Warnai Malam Puncak
Sementara itu, dalam tausiahnya, Guru Udin Samarinda mengajak jamaah untuk memperbanyak sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa sholawat bukan sekadar amalan rutin, melainkan jalan untuk meraih rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
“Perbanyaklah sholawat, karena di dalamnya ada cahaya yang menerangi hati dan kehidupan,” ujarnya.
Selain sholawat dan tausiah, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada sejumlah panti asuhan, pengurus kaum masjid, dan rumah tahfidz di lingkungan Kabupaten Balangan. Momen ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari nilai keagamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bumi Sanggam.
Balangan Tutup Perayaan dengan Identitas Spiritual
Malam itu, Balangan tidak hanya menutup rangkaian perayaan hari jadinya. Lebih dari itu, daerah ini menegaskan identitasnya sebagai wilayah yang tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Di tengah gema sholawat yang perlahan mereda, satu pesan tertinggal: bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan, tetapi juga pada hati masyarakatnya yang tetap terikat dalam nilai keimanan dan kebersamaan. Dengan semangat religius y

