
Perkuat Nasionalisme, Mitra Deradikalisasi di Kalsel Ikuti Upacara HUT ke-81 RI
STORYBANUA.COM, BANJARMASIN — Sejumlah mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (eks napiter) di Kalimantan Selatan (Kalsel) secara khidmat mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keikutsertaan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat rasa nasionalisme, mempererat persatuan, serta meneguhkan kembali kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan inklusif ini diinisiasi oleh Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalsel di bawah komando Panit 3 IPDA Mursid Chori Indra, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Kolaborasi lintas sektor tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap proses deradikalisasi dan pembauran sosial para mitra deradikalisasi di tengah masyarakat.
Bagi para eks napiter, kehadiran dalam peringatan hari kemerdekaan ini tidak sekadar prosesi seremonial. Momentum sejarah ini dimaknai sebagai sarana meneguhkan kembali Ikrar Setia NKRI, sekaligus mencerminkan kesadaran penuh untuk menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan bauran sosial untuk membangun interaksi positif serta hubungan yang harmonis dengan publik tanpa diskriminasi.
Dari kacamata pembinaan, keterlibatan aktif ini menandai perubahan sikap yang positif. Para mitra deradikalisasi secara terbuka memilih untuk meninggalkan paham kekerasan dan bertekad memberikan kontribusi konstruktif bagi pembangunan daerah.
Upaya ini menegaskan bahwa program deradikalisasi tidak hanya berorientasi pada aspek pengawasan, tetapi juga membuka ruang pemulihan agar mantan pelaku dapat diterima kembali secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui momentum HUT ke-81 RI, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat Kalsel diharapkan kian solid. Kerjasama yang erat menjadi kunci utama dalam memelihara toleransi, menjaga keutuhan daerah, serta membendung munculnya kembali potensi paham radikalisme dan terorisme di wilayah Kalimantan Selatan.

