
DKP3 Balangan Gelar Rakor Penggilingan Padi 2026, Bahas Stabilitas Pangan dan Distribusi BBM
STORYBANUA.COM, BALANGAN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penggilingan Padi Tahun 2026 di Aula DKP3 Balangan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha penggilingan padi.
Rakor tersebut dibuka oleh JF Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama, Ica Katisa Maharani, bersama jajaran Bidang Ketahanan Pangan. Kegiatan ini turut dihadiri pelaku usaha penggilingan padi penerima rekomendasi pengambilan BBM jenis tertentu serta Enumerator Ketahanan Pangan.
Dalam sambutannya, Ica Katisa Maharani menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mengevaluasi berbagai kendala yang terjadi di lapangan, sekaligus menampung masukan dari para pelaku usaha agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran.
“Rakor ini menjadi wadah untuk mengevaluasi berbagai kendala di lapangan serta menampung saran agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sektor penggilingan padi memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas distribusi beras di Kabupaten Balangan. Oleh karena itu, kelancaran operasional usaha penggilingan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain membahas kendala teknis dan administratif, rakor juga menyoroti keberlanjutan surat rekomendasi pengambilan BBM jenis solar yang digunakan untuk mendukung operasional penggilingan padi di SPBU.
Menurutnya, ketersediaan BBM operasional sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi. Jika distribusi terganggu, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada rantai pasok beras di tingkat daerah.
“Kami berharap mekanisme rekomendasi BBM tetap berjalan sesuai aturan agar kegiatan penggilingan tidak terhambat dan pelayanan kepada petani tetap optimal,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para pelaku usaha juga menyatakan komitmen melalui penandatanganan pakta integritas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan usaha secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, DKP3 Balangan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha penggilingan padi dapat terus diperkuat, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Balangan tetap terjaga secara berkelanjutan.

