STORYBANUA.COM, BANJARMASIN – Kabar duka menyelimuti keluarga besar relawan pemadam kebakaran setelah Nurdin, yang akrab disapa Amang Udin, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Almarhum diketahui merupakan salah satu relawan pemadam kebakaran yang turut membantu upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar Kantor Kecamatan Alalak. Dedikasinya dalam membantu penanganan kebakaran menjadi bagian dari pengabdian relawan yang senantiasa hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Kepergian Amang Udin meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta masyarakat yang mengenal sosoknya. Pengabdian para relawan pemadam kebakaran memiliki arti penting, terutama dalam menghadapi kebakaran lahan yang membutuhkan kesiapsiagaan, keberanian, dan kerja sama berbagai pihak.
Kabar yang beredar juga menyebutkan bahwa Bupati Marabahan hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan. Informasi mengenai kehadiran pejabat dan rangkaian peristiwa ini perlu dipastikan kembali melalui sumber resmi.
Kepergian Amang Udin menjadi pengingat akan besarnya pengabdian relawan pemadam kebakaran dalam membantu masyarakat. Mereka kerap berada di tengah situasi berisiko demi membantu mengendalikan kebakaran dan melindungi lingkungan sekitar.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum Nurdin atau Amang Udin, menerima seluruh amal ibadah serta pengabdiannya, melapangkan dan menerangi kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga pula seluruh rekan relawan pemadam kebakaran senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Selamat jalan, Amang Udin. Terima kasih atas pengabdian dan kepedulianmu kepada masyarakat. Semoga segala kebaikanmu menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
