Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Penumpang Tewas dan Ratusan Hilang

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Penumpang Tewas dan Ratusan Hilang

STORYBANUA.COM, BANJARMASIN – Kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dipastikan terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi insiden tersebut telah menelan 6 korban jiwa, sementara 107 orang berhasil diselamatkan dan sisanya masih dalam upaya pencarian intensif.

Kapal yang berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.33 WIB menuju Banjarmasin ini dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa sebelum kapal mengalami kemiringan ekstrem, kru sempat mengaktifkan perangkat darurat EPIRB dan melaporkan kondisi cuaca buruk ke perusahaan. Posisi terakhir kapal terlacak berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih.

Berdasarkan data operasi SAR Banjarmasin hingga Minggu sore, sebanyak 113 korban telah berhasil dievakuasi ke empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian:

  • MV Haida: Menyelamatkan 69 orang.

  • KM Cahaya Bahari Jaya: Menyelamatkan 22 orang.

  • TB Mauhaw IX: Menyelamatkan 16 orang.

  • TB TCP: Menyelamatkan 6 orang.

Tragedi darurat ini terjadi secara mendadak. Siprianus, salah satu penumpang selamat yang terombang-ambing selama sembilan jam di atas sekoci, bersaksi bahwa kapal tiba-tiba miring saat sebagian besar penumpang sedang tidur lelap, tanpa sempat ada bunyi alarm bahaya dari pihak kru kapal.

Posko operasi SAR kini beroperasi penuh di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Tangis dan suasana haru mewarnai posko saat keluarga korban memadati lokasi untuk mencari informasi. Warga seperti Fredy yang mencari adiknya, seorang kru kapal, serta Misnah yang bersyukur suaminya berhasil dievakuasi, terus menanti pembaruan data resmi dari tim SAR gabungan yang kini mengerahkan KN SAR Laksmana 241.

Kapal buatan Jepang tahun 1987 yang sebelumnya bernama Ferry Kurushima ini menambah daftar panjang kecelakaan maritim nasional. Menhub Dudy menjamin Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan segera melakukan investigasi independen yang komprehensif. Pakar transportasi laut ITS, Setyo Nugroho, turut menyoroti insiden ini dengan menekankan pentingnya evaluasi ketat terhadap stabilitas muatan kapal dan mitigasi cuaca ekstrem guna mencegah insiden fatal terulang, mengingat historis kecelakaan kapal domestik kerap dipicu oleh kelalaian standar keselamatan operasional.

CATEGORIES
TAGS
Share This